Angga Syahputra
"Tanpa tulisan, sebuah peristiwa atau sejarah akan terlupakan begitu saja karena tidak ada bukti yang tertinggal"
Rabu, 15 Oktober 2014
Kuliah Jangan Cari Enak !
“Orang pandai dan
beradab tidak
akan diam di kampung
halaman
Tinggalkan negerimu dan
Merantaulah ke negeri
orang
Merantaulah, kau akan
dapatkan pengganti
dari kerabat dan
kawan
Berlelah-lelahlah,
manisnya hidup akan terasa
Setelah lelah
berjuang.”
( Imam Syafii- mazhab
syafii)
Assalamualaikum...
Apa kabar
calon orang besar dan calon pelurus bangsa? lama tak berbagi tulisan, akhirnya saya
bisa kembali mengajak kita semua dalam satu pemikiran. Kali ini saya akan
menulis sebuah tulisan untuk adik-adik yang akan melanjutkan studinya ke
jenjang yang lebih tinggi lagi, terutama yang pingin kuliah di Jogja.
Mungkin
adik-adik, terutama adik-adik dari smansa kabupaten saya sedang berkutat
dengan ribuan halaman bukunya. Saya ucapkan, selamat berjuang untuk Ujian
Nasional !!! semoga usaha kalian akan di applause
Tuhan dalam bentuk hasil yang memuaskan. Amiiin...
Kali ini saya
akan berbagi sebuah tulisan bagaimana rasanya kuliah di Jogja itu, sistemnya
kayak gimana, kehidupan mahasiswanya
seperti apa, apakah kuliah itu seindah yang ada di FTV, dan lain sebagainya.
Ingat sebuah pepatah “ tak kenal,
maka tak sayang ” bagaimana bisa sayang kalo belum kenal. Hehehe
Perkenalkan,
nama saya Angga Dwi Syahputra. Seorang mahasiswa disebuah universitas terkemuka
di Yogyakarta. Dengan bangga saya menyebutnya Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta, Fakultas Ekonomi dengan Program Studi Akuntansi Strata-1 reguler
angkatan 2014. Mungkin saya terbilang cukup cepat dalam berbagi tulisan ini
karena masih bernuansa “mahasiswa baru”. Tapi tak apalah, namanya juga ingin
berbagi pengalaman. siapa tahu jodoh #LOOH!!!
Berbicara tentang
Yogyakarta. Kota yang dijuluki dengan kota miniatur pendidikan Indonesia. Bagaimana
tidak, ada banyak perguruan tinggi negeri dan swasta dengan akreditasi yang
baik disini. Mulai dari UGM, UMY, lalu ada UII. Semua ada di satu tempat guys,
yaitu Yogyakarta. selanjutnya Yogyakarta dijuluki dengan kota syurganya tempat
wisata. Tak usah diragukan lagi hal itu, guys.
mulai dari Malioboro, Parangtritis, Prambanan, Tugu Jogja, Vredeburg, alun-alun,
dan lain sebagainya semua ada di kota ini. Kemudian Jogya juga merupakan kota
lekatnya kebudayaan Indonesia. Batik adalah nomor satu. Masih banyak tuh orang
memakai blankon, sepeda ontel, dan delman yang berjalan-jalan dikota ini. Teman-teman juga bilang Jogja adalah kota yang romantis. Betul ! Jogja seperti tidak
ada mati-matinya untuk muda mudi yang sedang merajut kisah cinta mereka.
Dulu ketika
saya ingin kuliah di pulau Jawa, bukan tidak ada perjuangan loh guys. perjuangan saya juga berat ! sama seperti kalian.
karena dalam asumsi saya, untuk bisa bersaing di perantauan nanti, minimal
harus memiliki modal. Apa modalnya ? berprestasi dulu di tempat asal. Saya masih
ingat betul ketika zaman-zaman mendekati UN dulu. Belajar saya bukan main ! tidur lebih dari 6
jam saja dalam sehari, sudah saya anggap sebagai kegagalan. Whahaha. Dan tips nih buat adik-adik. Kalo belajar itu jangan cuma sendiri
guys, bikin kelompok belajar. Itu tuh selain asyik, bisa sharing dengan teman-teman pula. Orang tua
mana yang nggak senang melihat anaknya belajar kelompok dalam rumah ? itu
sebuah kebahagiaan kecil buat orang tua kita tanpa kita sadari loh guys. Biasanya saya belajar kelompok dengan
bestie saya. Ryan Feby Sudrajat, Risky Noor Rahman, Akhmad Ikhwan Noor Azhar, dan Faisal Akbar. ketika sore hari
apabila tidak ada les tambahan dan setiap malam minggu kami jaga selalu
perjuangan ini. Alhasil, saya sangat puas dengan nilai UN saya. terlebih untuk nilai matematika saya. Alhamdulillah ! dan satu hal
lagi, belajarlah mengenai karakter pendidikan ! karena itu sangatlah penting.
Gimana sih kuliah itu ?
Saya berani
bilang, kuliah itu berbeda 180 derajat dengan sekolah. Mengapa ? kuliah bukan lagi
perihal masuk, istirahat, pulang, ekskul, les, dan tidur. Kemudian besok
seperti itu lagi. BUKAN !. Kuliah, lebih dari itu ! kalian akan dituntut untuk
mandiri dalam segala hal. Kalian akan di
tuntut dalam me-manage waktu kalian
sendiri. Terserah, akan diapakan waktu kalian tersebut. Mau main, tiduran,
pacaran, jalan-jalan, belajar, organisasi, hunting, melancong dan lain
sebagainya itu terserah kalian. Itu milik kalian, kalian punya hak atas pilihan
tersebut. Saran saya, gunakanlah waktu sebaik mungkin karena waktu
itu tidak dapat diulang lagi loh guys,.. carilah
kegiatan yang berbau pengembangan diri. Terserah apa, mungkin dengan
menyalurkan hobi yang positif bahkan produktif, ikut unit kegiatan mahasiswa,
atau organisasi dengan ideologi yang sama dengan minat kalian. Terserah! Pokoknya
jangan hanya menjadi mahasiswa yang istilah dikampus itu sebagai mahasiswa kup-kupu
( kuliah pulang – kuliah pulang ). Jangan ! kalian tidak bisa hidup sendiri,
kalian tidak bisa hidup dengan hanya berdiam diri. Sayang kalian jauh-jauh
kuliah disini hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu. Dan juga di dalam dunia
perkuliahan, kalian akan dituntut dan di gembleng untuk terbiasa berbicara di
depan umum. Kalian akan dihadapkan dengan setumpuk presentasi dan
diskusi yang mengharuskan kalian untuk bisa berbicara di depan umum. Berbicara
tentang presentasi dan diskusi dalam dunia perkuliahan, sangat berbeda kaitannya
dengan presentasi dan diskusi yang ada di sekolah semasa kalian SMA, guys.
Kalian harus tahu itu! Biasanya di sekolah apabila presentasi, paling membacakan
slide yang ada di ppt ( powerpoint ) bicara panjang lebar dengan sedikit
perhatian dari teman-teman, kemudian sesi tanya jawab yang biasanaya dijadikan
ajang balas dendam #benargak??? kemudian ada guru pembimbing yang bertugas untuk
meluruskan diskusi kita, Isn’t rights ? di
kuliah nanti bukan seperti itu sistemnya guys. kita dituntut untuk menguasai
materi tersebut dengan bahasa kita sendiri. Jangan takut mengenai “dia hebat
dan aku belum hebat “. Buang itu semua ! kita kuliah untuk belajar, bukan untuk
pesimis. Oke dapat ya guys !!!
Kemudian, bagaimana sistem
penilaian yang ada diperkuliahan ?
Beda pula
dengan yang ada di sekolah. Menurut pengalaman yang telah saya dapat di sekolah
dulu. Masih ada tuh beberapa guru yang menilai siswanya dengan penilaian
subjektif, bukan objektif. Masih ada kok sampai sekarang. Ketika kalian telah memasuki dunia perkuliahan
nanti, penilaian dosen bukan seperti itu lagi. semua bersifat obyektif dalam
menilai ketika ujian, kemudian keaktifan di kelas, dan kehadiran. Saya
menyebutnya dengan 3 pilar penting penilaian seorang dosen kepada
mahasiswa-mahasiswanya. Yang pertama adalah ujian. Pilar utama yang sangat
penting. Ujian biasanya berbentuk esai. Yang mengharuskan kita untuk berpikir
lebih kritis lagi terhadap permasalahan yang ada. Biasanya pilar ini yang bikin
mahasiswa pusing dan menyita banyak waktu, terlebih apabila ujian blok ( beberapa
ujian dalam satu hari atau satu Minggu ). Kemudian ujian ada yang namanya take Home. Maksudnya, dosen kita yang
menghampiri ke rumah masing-masing untuk ujian #hahaha becanda. Maksudnya, ujian take home itu seperti PR guys, namun
nilainya akan dimasukkan ke dalam nilai ujian. Jadi harus bagus dan tidak boleh
sama dengan teman yang lain. Mengenal lebih dekat dengan ujian, ada yang mengharuskan mengarang dengan pemikiran sendiri,
adapula yang harus sama dengan isi buku. Biasanya disebut dengan textbook. Kalian akan berkutat dengan
minimnya waktu yang diberikan dan panjang jawaban dalam kertas polio. Kemudian adalagi penilaian
selain ujian guys. yaitu kuis. Kuis ini biasanya pas akhir perkuliahan
berlangsung. Biasanaya siapa cepat dia dapat, lalu adapula yang semua mahasiswa
harus mengerjakan soal kuis itu. Nilai dari kuis inilah yang biasanaya dijadikan
pengisi kekurangan-kekurangan nilai kita. Kemudian pilar yang kedua, yaitu
keaktifan kita di kelas. Ini sangat penting pula guys. dilihat dari diskusi dan
pertanyaan yang diajukan kepada dosen ketika perkuliahan berlangsung. Nah,
biasanya apabila kita aktif bertanya, si dosen akan memberikan perhatian lebih
kepada kita. Seperti mengetahui nama kita. Itu sangat penting loh guys. akan
menjadi istimewa apabila si dosen mengetahui nama kita dari sekian ratus
mahasiswanya. Biasanaya kalo nggak mahasiswa aktif, atau mahasiswa bandel yang
dosen tahu namanya. asal jangan si dosen tahu nama kita sebagai mahasiswa
bandel ya guys... kemudian dalam mengajukan pertanyaan itu, jangan asal-asalan
kaya di SMA #hahaha ajukanlah pertanyaan yang berbobot. Jangan pula mengajukan
pertanyaan yang sudah tahu jawabannya. Biasanya ini termasuk kelompok mahasiswa
yang cuma cari muka depan dosen biar dapat nilai. Jangan ! kita kuliah cari
ilmu, bukan cari muka. Kemudian pilar yang ketiga adalah kehadiran. Apabila
kita melebihi batas ketidakhadiran dalam sebuah mata kuliah yang di atur oleh
pihak kampus, otomatis nilai kita D atau kasarnya tidak lulus mata kuliah
tersebut dan harus mengulangnya lagi di semester berikutnya. Sayangkan guys
waktu, biaya, pikiran, dan tenaga kalian untuk mengulang kembali...
Kemudian
dalam dunia perkuliahan kalian akan dituntut untuk mempelajari dan menyukai
SEMUA mata kuliah. Semua loh guys. biasanya dari kalian yang masih SMA ada
pelajaran-pelajaran yang nggak kalian sukai, lalu pelajaran tersebut ada
ulangan tapi nggak kalian baca. Lalu ngerpe ( mamais/bikin contekan sendiri )
dan kalian nggak sendiri, yakan ??? di dalam dunia perkuliahan hal tersebut
sudah punah, guys. kalian akan
melihat dan mengalami perubahan lingkungan akademis yang sangat berbeda. Kalian
akan berhadapan langsung dengan masa dimana topik perbincangan kalian dengan teman-teman yang lain adalah
bahan-bahan yang akan diujikan. Semua anak megang modul dan buku. Apakah kalian
tidak terpacu ? Kalo kalian sudah terbiasa dengan contekan dan lain sebagainya,
saya berani jamin kalian akan tersiksa di dunia perkuliahan nanti. So, stop right now guys ! salah satu
syarat sukses adalah dengan mengetahui kapasitas diri masing-masing. Kalo nilai
kalian rendah, yo itu kapasitas kalian. Tetapi harus dibarengi dengan usaha
yang maksimal dulu ya guys....
Oh
iya satu hal lagi. jangan sedih jika nanti kalian tidak diterima di negeri. Sama
saja guys. dosen yang ada di kampus saya juga merupakan dosen yang ada di UGM
guys. so, dengan istilah lain saya mendapatkan apa yang mereka dapatkan di UGM, isn’t right ? dulu juga saya agak stres karena tidak di terima di
PTN. Tapi, setelah saya jalani. Ternyata, pandangan saya mengenai PTS itu salah
dan sangat jauh berbeda. Seiring berjalannya waktu, pasti pikiran kalian akan terbuka sedikit demi sedikit.
Gimana ya kehidupan di kampus itu
? apakah aku dapat beradaptasi, bersaing, dan berprestasi ?
Berbicara
mengenai adaptasi. Saya juga dulu itu nggak punya teman kok. Diam dan
sendiri rasanya tidak enak. Kemudian saya berpikir apabila saya terus seperti
ini dan nantinya akan terbiasa, saya tidak akan sanggup. Tidak akan sanggup
dalam pergaulan perkuliahan. Kemudian tanpa pikir panjang, saya memberanikan
diri untuk berkenalan dengan banyak orang. Mulai dari samping kiri dan kanan
saya, mengenal satu sama lain. Alhamdulillah, respon orang yang kita ajak
kenalan itu ternyata membuka diri pula untuk kita, hanya saja mereka sedang
menunggu. Kemudian kita luaskan lagi menganai perspektif adaptasi. Yaitu
adaptasi waktu. Biasanya kalo sekolah dari jam 7 sampai jam 2. Di kuliah nanti
beda lagi. ada yang masuk jam 11, jam 1
siang, bahkan malam. Biasanya semester satu dan dua masih dipaketkan mengenai
jadwal kuliah. Nanti di semester tiga, barudeh kita yang menentukan jadwalnya.
Ada yang cuma 3 hari dalam seminggu tapi full kuliah perharinya ( pagi sampai sore ), adapula yang 5
hari tapi cuma dari pagi sampai siang, atau pagi doang dan lain-lain. Terserah
kalian, kalian punya hak atas pilihan tersebut. Kemudian bersaing, bersaing
dalam lingkungan akademik. IPK yang tinggi memang membantu dalam tuntutan
pekerjaan di masa depan. Tapi, IPK bukan segalanya guys. kalian tidak hanya
dituntut untuk belajar di dalam kelas. Tapi juga berpartisipasi dalam
masyarakat, contohnya melalui sebuah organisasi. Di kampus nanti kalian akan
menemui banyak organisasi. Tinggal pilih mana yang sesuai dengan minat, bakat,
atau hobi kalian. Nah
disitulah kalian harus mengambil peran penting. Mulai dari menjabat sebagai
pengurus, menjadi panitia dalam sebuah event, dan lain sebagainya. Dari
organisasilah, kalian dapat belajar bagaimana cara bertanggung jawab dan
bekerjasama. Komitmen sangat dibutuhkan dalam mengambil keputusan guys.. jangan
cuma angin-anginan. Masuk bentar, kemudian keluar. Jangan! "Jangan bermimpi
untuk dapat hidup dalam sebuah organisasi, tapi berpikir dan bertindaklah
bagaimana cara menghidupkan organisasi tersebut". Konsisten dan tetap semangat
ya nanti guys!! dan satu hal lagi, jangan menjadi orang yang idealis. Maksudnya
ikut banyak organisasi, dengan ideologi yang berbeda, kemudian berpikir untuk
bisa menyeimbangkan itu semua dengan harapan bisa mengambil ilmu sebanyak
mungkin. Saya rasa“ satu lebih baik kemudian di implementasikan daripada seribu
tapi hanya sebuah rencana”. Ingat itu ya guys... kemudian berprestasi. Ya bisa
kita buktikan dari hasil-hasil ujian, keaktifan dalam kelas, dan organisasi.
Kita buktikan bahwa orang hulu sungai itu dapat berprestasi di ranah Jawa. Oke
guys ! untuk dapat berprestasi di pulau Jawa yang notabenenya orang
berpendidikan terlebih di kota Jogja dengan julukannya “ kota miniatur
pendidikan Indonesia “, kalian harus punya modal utama yang telah saya sebutkan diatas tadi untuk berprestasi, yaitu berprestasilah
dahulu di tempat kalian asal. Ya kalau kalian sudah malas-malasan semasa SMA, sudah merasa nyaman dengan comfort zone kalian, itu pula
yang akan kalian dapatkan di kuliah nanti. percayadeh! kemudian untuk adik-adikku yang akan
melanjutkan studinya di pulau Jawa tetapi tidak diizinkan orang tua. Jangan
berkecil hati, kalian masih punya kesempatan untuk membuktikan bahwa kalian
mampu bersaing di Jawa nanti. Saya juga dulu seperti itu, disuruh kuliah di
pulau sendiri. Tetapi saya tidak terlalu ambil pusing akan hal itu semua, saya
hanya just do It, belajar dan terus
belajar untuk menghadapi ujian dan Alhamdulillah mendapatkan hasil yang
memuaskan. Kemudian hasil tersebut saya berikan ke orang tua saya “ini lo pa ma, bukti saya mampu
bersaing di Jawa nanti “. Dan saya mendapatkan kepercayaan dari orang tua.
dan berangkatlah saya ke kota Yogyakarta.....
Dan yang ingin
kupertanyakan dengan kalian semua wahai teman-temanku “ bagaimana eksistensi
sebuah perjuangan dalam dunia perkuliahan ? “.
NB: mohon maaf apabila terdapat penulisan yang belum
benar
dan saya akan berbagi beberapa foto pejalanan yang telah saya lalui di smester 1 ini..
Ini Khafilah 2 Muhammad Badie ketika ospek. Alhamdullilah mendapat predikat terbaik se Fakultas Ekonomi.terimakasih partisipasinya guys...
Menjadi MC ketika acara Halal Bi Halal bersama Pem.Kab-HSU
Siang akrab di pantai Po Tunggal bersama teman-teman sekelas
Acara Kurban di Asrama KM-HSU
Acara syukuran mahasiswa baru
Berpose di depan Tugu Yogyakarta
Taman Pintar
Malioboro
Foto bersama kaka tingkat
Kepanitiaan OSDI 2013 oleh IMM
Pemutaran film di sebuah desa di Gunung Kidul bersama IMM
Pantai Po Tnggal
Pantai Depok
dan terakhir, Wassalamualaikum..
tunggu post berikutnya.....
Langganan:
Komentar (Atom)


















