Rabu, 26 Maret 2014

“ Pemimpi + x- x + n = pemimpin “



          Saat ini aku berusia tujuh belas tahun. Pastinya masih seorang pelajar di sebuah Sekolah Menengah Atas. Dan tahun ini aku akan menyambut pesta tiga tahunanku, Ujian Nasional. Ya! Masa tiga tahun sekolahku ditentukan oleh tiga hari. Dan aku sudah siap! tibalah ketika aku bermain Twitter dalam akun @anggade_es, aku melihat ada sebuah blogging competition yang diselenggarakan oleh Universitas Siswa Bangsa Internasional atau biasa disapa USBI. Lantas aku baca cara ikut dan syarat ketentuannya. Kompetisi kali ini bertema “ We Are The Future Leaders “. Aku sangat bersemangat ketika membaca tema tersebut. Kubaca kalimat demi kalimat, sambil mengartikan arti dari setiap petunjuknya. Dan akhirnya kuputuskan untuk mengikuti blogging Competition ini.
            Kenapa kuberi judul pemimpi + x –x + n = pemimpin ? karena setiap orang memiliki faktor x untuk memimpin. Faktor  + x disini bukan datang dengan sendirinya atau karunia Tuhan. Melainkan sebuah usaha yang selalu dijaga sampai akhirnya menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang berubah menjadi karakter. Karakter yang membawanya menjelajahi mimpi-mimpinya untuk menjadi seorang pemimpin. Aku sebut faktor x disini adalah pengalaman. Lantas kenapa ada – x. Kenapa harus ada - x yang membuat + x hilang ? gini guys. Kita analogikan seorang pemimpin dengan pengalamannya dan sebuah pensil dengan serutannya. pemimpin memang akan sangat bagus jika diasah dengan pengalamannya. Begitu juga dengan pensil. Pensil yang tumpul akan lancip kembali setelah di serut. Namun jika pensil tersebut di raut terlalu banyak, maka akan habis. Begitu juga pemimpin dengan pengalaman yang “ salah “ akan membuatnya lebih tajam lagi. Tetapi jika pemimpin tersebut terlalu banyak melakukan kesalahan yang bahkan untuk kedua kalinya, dia juga akan habis seperti pensil tadi. Jadi, kita juga harus memiliki rem dalam memimpin. jika kita bisa belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang sejati, why not ? toh seorang pemimpin terlahir dari seorang pemimpi juga kan ? that’s reason i saypemimpi + x – x + n = pemimpin
            Berbicara tentang pemimpin masa depan, aku berpendapat bahwa kita semua adalah bintang. Bintang untuk diri kita sendiri dan orang lain. Hal ini tentunya bukan tanpa sebab. Dimasa muda yang EMAS, kita bahkan mampu untuk mengubah dunia. Bukan mengubah dunia yang semula bundar menjadi persegi. Tetapi, mengubah dunia yang semula cemberut menjadi tersenyum kepada kita. Dunia berterimakasih kepada kita yang telah mengubahnya menjadi baik. Walaupun umurku masih tujuh belas tahun, aku sangat menyukai yang namanya “ leadership World “. Di sekolah aku aktif dalam berbagai organisasi. Ya! Untuk apalagi jika bukan untuk mengasah kepemimpinan di dalam diriku. Bagiku, masa muda adalah masa dimana pembuktian  jati diri dan karakter kita ke depan. Aku percaya, seseorang dikatakan matang jika masa mudanya aktif, kerja keras, dan selalu mencari relasi .kematangannyalah yang membentuk kepribadiannya. Flashback, Teringat dalam sebuah upacara bendera di sekolahku. Inspektur upacara kala itu adalah seorang dandim ( komandan distrik militer ). Dia berbicara mengenai bekal yang harus dimiliki seorang pemimpin dimasa depan. Dia berbicara menggunakan dua bahasa. He said “  my mom said to me, if you want to be a leader in the future. you must learning about two things. the first, mastery of a foreign language ! and the second, how to operate the computer! and i prove it, guys ! my mom that's true. dengan kedua hal tersebut, saya bisa menginjakkan kaki di benua Asia, Amerika, Eropa dan Afrika. TANPA mengeluarkan uang sepeserpun! “. Akupun memberinya tepuk tangan yang sangat keras sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda “ akan aku buktikan! “. Aku banyak belajar dari beliau tentang bekal menjadi seorang pemimpin. Beliau juga menjadi mentorku dalam English Club. Mengenai apa yang dibicarakan beliau pada upacara kemarin, aku pikir di zaman sekarang yang serba bersaing dan individualistis, tak cukup rasanya akan dua hal tersebut untuk menjadi seorang pemimpin. Kita perlu bahasa asing, komputer, dan seni. Ya, seni bagiku sangat penting untuk dunia sekarang.
            Aku berpendapat, semua orang pasti memiliki mimpi. Tapi hanya sedikit yang MAMPU menjaga dan mengusahakannya. “ mimpi jika selalu dijaga dan diusahakan, pasti akan terwujud! “. Begitu juga dengan seorang pemimpin, dia harus berani memiliki mimpi BESAR dan menjaganya. Seorang pemimpin masa depan tak boleh berambisi untuk menghalalkan segala cara dalam  memenuhi nafsunya. Terkadang ketika kita telah menjadi seorang pemimpin, kita akan menglami sebuah comfort zone yang di sebut dengan gila kehormatan. Aku pikir itu bukanlah seorang pemimpin sejati. Pemimpin yang menyodorkan uang untuk cara pintas mobilitas vertikal dan mempesona saat ditulis di berita, itu sama sekali tidak mendekati kriteriaku sebagai pemimpin sejati. Itu hanyalah segelintir orang yang memiliki pemikiran tua! Negeri kita tercinta ini butuh pemimpin yang memiliki pikiran dan tindakan muda. Pemimpin yang bisa menguasai komputer, bahasa asing, dan seni. Maka dari sana terciptalah sebuah integritas, karakter, dan komitmen yang selalu diusahakan.  Tapi jika kulihat sekarang banyak pemimpin formal yang masih gagap teknologi, minim bahasa asing. Untuk sampai kapan ini akan terus berlangsung ?
            Bagiku sangat unik jika membahas tentang dunia kepemimpinan. Takkan pernah ada habis-habisnya. Ibarat sebuah ilmu yang selalu berkembang dan terus berkembang dari masa ke masa. Terniat sebuah janji kepada Tuhan untuk mengejar mimpi-mimpiku menjadi seorang pemimpin di masa depan. Akan selalu kujaga mimpi ini sampai tiba waktunya. Jadi aku pikir, menjadi seorang pemimpin harus sudah memiliki bekal. Penglaman, bahasa asing, teknologi, dan seni. Walaupun bagiku itu bukan Cuma usaha, tapi ada tangan Tuhan yang ikut andil di dalam ketercapaian seorang pemimpin. Jika kita ibaratkan itu merupakan setengah karunia Tuhan dan setengah usaha yang saling mendukung. Ditambah niat dan tekad bulat. Hilangkan ambisi, maka kata hati akan menemui. Ya! Itulah pemimpin masa depan.
             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar