Minggu, 04 Mei 2014

“Merajut asa dan cita di Kota Orang”

                  Walaupun Ujian Nasional sudah usai, bukan pertanda untuk bersantai . Ada hal yang harus aku persiapkan matang-matang perihal masuk perguruan tinggi. Ya, aku harus lulus di perguruan tinggi negeri tujuanku selama ini ! untuknya, aku sedang mempersiapkan kursus SBMPTN . kenapa harus kursus dan memakan banyak biaya ? mugkin aku hanya bisa menjawab. Kurikulum sekolah dan SBMPTN berbeda, untuk itu aku kursus tambahan. Aku memilih kursus di Banjarbaru. Dan kenapa pula aku memilih kesana ? tak lain ingin mencari “ sesuatu “ yang di kotaku kurang memadai. Ya ! sumber daya manusianya. Jelas dan terang-terangan aku katakan, karena memang begitu adanya. Untung aku tidak sendiri, ada teman-teman dari sekolahku yang juga berniat kursus disana. Agus dan Surya.  Perihal tempat tinggal, aku numpang di rumah si Agus. Untunglah ada Agus jadi aku tidak perlu repot-repot mengurus kos. Satu temanku lagi adalah Surya. Kami bertiga tinggal di rumah Agus. Agus dan Surya anak IPA, dan aku anak IPS. Di tempat kursus, sudah tentu aku mengambil jurusan  IPS, Surya mengambil IPA, dan Agus mengambil IPC. Semua beda jurusan, tapi visi kami selalu sama. Untuk masa depan yang cemerlang !
                Aku menganggap ini sebagai sebuah pengalaman sebelum masa kuliah tiba. Kami di gembleng untuk tahan banting. Tanpa orang tua sudah tentu yang mewajibkan kami untuk siap dan sigap dalam kemandirian.  Segala sesuatu harus di urus sendiri-sendiri. Memang benar jika tanpa orang tua, kita akan kritis terhadap segala hal. Contohnya saja perihal makan. Bagaimana makan enak dan kenyang dengan mengeluarkan biaya serendah-rendahnya. Ya! Mulai dari membuat ikan sarden dengan ditumpahi telor dadar supaya banyak, bikin telur dadar ditambah mie instan dan kol didalamnya, sampai membeli soto ayam minta banyak kuah supaya terlihat banyak. Prioritas dan fokus utama kami memang kuantitas. Tempat jajanan murahpun menjadi ladang fokus kami. Lain lagi halnya, kopi dan mie instan telah menjadi sahabat kami di pagi hari atau di malam hari. Entah telah menjadi sebuah tradisi. Hal lain yang krusial juga adalah mengurus keuangan. Hari pertama, kedua, dan ketiga aku sempat tak bisa menahan laju arus kasku yang  keluar deras. Dari awal aku kesini, aku sudah mencamkan dalam diri ini untuk berhemat !. banyak perihal yang harus dikritisi mulai dari sekarang. Bahkan mungkin saja berita kenaikan harga cabai membuat kami pusing saking kritisnya -_- karena kami juga rutin membeli sayur seperti kol, wortel, kacang panjang, dan bayam. Untuk dimasak kalau-kalau lagi krisis moneter di dalam kantong celana kami. Tak jarang pula kami memanjakan diri dengan makan diluar. Seperti malam minggu dan pagi minggu. Malam minggu bisa saja kami sekedar keluar mencari tongkrongan makan yang enak seraya memanjakan perut. Dan pagi minggu, kami berolahraga di sekitar lapangan Murjani. Itu adalah syurganya kuliner. Mau nasi, bubur, sate, masakan jepang, cina, semuanya lengkap. Tapi kami lebih suka kuantitas yang banyak, ya ! nasi kuning cempaka. Seperti nasi dua porsi, pas untuk kami. Atau bisa juga kami sekedar melihat-lihat makanan yang belum pernah kami coba dan belum pernah ada di kotaku. Seperti roti yang dibawahnya ada bubur. Lumayan enak ! pokoknya hidup di kota orang, membuatmu kritis. Jika sudah kuliah nanti, Jangan hanya berdiam di rumah saja ! dunia menantimu ! banyak tempat dan makanan yang wajib kau kunjungi dan cicipi ! dan aku sudah memikirkan hal itu.
                Perihal pembagian tugas di rumah, aku rutin membersihkan dan membereskan barang-barang yang berantakan. Seperti cucian piring, lantai yang kotor, atau  menaruh sesuatu yang tidak pada tempatnya. Walaupun tak disuruh, ini adalah bentuk rasa terimakasihku kepada keluarga Agus, jika tidak ada mereka bisa saja aku membayar uang satu juta dua ratus untuk sebuah kamar kost. Tapi disini gratis. #senyum. Orang tua Agus juga seminggu sekali datang kemari, untuk patroli mungkin :D semoga tulisan ini akan berlanjut di beberapa tahun lagi dengan judul, merajut dan belajar di negeri orang. Amiiiin ~

Bersambung---


                dipersimpangan jalan dengan ditemani kebab ala turki....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar