Minggu, 18 Mei 2014

Selamat berjuang calon mahasiswa !




                Tepat pada tanggal 17 Mei 2014, perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Amuntai dilaksanakan. Aku yang sebenarnya di Banjarbaru sedang mengikuti kursus untuk SBMPTN rela datang jauh untuk acara ini. Ya so pasti ! bisa bertemu teman-teman kembali. Terlebih ada satu panggilan untukku untuk membacakan pidato perwakilan seluruh siswa kelas XII atau perwakilan siswa yang akan meninggalkan. Aku tak langsung mengiyakan ajakan itu. Kenapa ? karena banyak yang lebih pantas dariku. Bukan berkecil hati atau rendah diri, Terkadang kita dihadapkan dengan realita hidup yang benar-benar hidup, dihidup kita. Kubalas ajakan itu via sms dengan kalimat “ tunggu aku masih memikirkan “. Akupun mendiamkan sejenak sambil melakukan kegiatan seperti biasanya. Setelah salat magrib, membaca buku adalah rutinitasku yang tak pernah tertinggal. Kubaca buku lalu kutemukan sebuah kalimat “ jika kau mengizinkan peluang hadir dihidupmu, maka kau akan tau potensi dirimu yang amat besar”. Akupun terdiam. Mengerutkan dahi seraya mencerna tulisan itu. Aku pahami dan akhirnya aku mengerti makna dibalik kalimat tersebut. Lalu kubalas ajakan itu dengan bunyi sms “ aku ambil “. Tak beberapa lama ku buat sebuah pidato selama tiga hari versi Indonesia karena bahasa inggri dibacakan oleh temanku, Rina Mussanadah. Oh iya satu hal lagi, sebenarnya di perpisahan ini ada hal yang bertentangan dengan prinsipku di awal kelas XII. SEDERHANA. Iya! Awal-awal di kelas XII aku sudah berencana ketika perpisahan nanti untuk hanya tampil sederhana layaknya teman-teman. Tapi karena tuntutan membaca pidato, aku diharuskan tampil memakai jas. Jadi, alasanku memakai jas di acara perpisahan, bukan untuk gaya-gayaan apalagi pencitraan, melainkan tuntutan.
Ini dia teks yang sudah jadi :
Assalamualaikum Wr. Wb
“ Alhamdulillahhirabbil’alamin, assalatuwassalamu’ala asyrafil ambiya iwal mursalin. Sayyidina muhammadin wa’ala alihi wa’ashahbihi azmain, ama ba’du “.

Yang terhormat kepala SMA Negeri 1 Amuntai,
Yang terhormat para wakil kepala SMA Negeri 1 Amuntai
Yang terhormat seluruh dewan guru dan staf tata usaha SMA Negeri 1 Amuntai,
Yang terhormat orang tua wali siswa kelas XII SMA Negeri 1 Amuntai,
Yang terhormat seluruh warga SMA Negeri 1 Amuntai,
Dan teman-teman yang berbahagia

            Puji syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmad, taufik, dan hidayahNya sehiggga kita dapat berkumpul diacara perpisahan kelas XII ini. Tak lupa salawat dan salam selalu tercurah kepada khariban kita, nabi besar Muhammad saw. Yang telah membawa dunia ini dari alam kegelapan menjadi alam yang terang benderang akan ilmu pengetahuan. 
Hadirin yang berbahagia,
Hari ini, kami mewakili seluruh kelas XII ingin menyampaikan kesan dan pesan selama kami menuntut ilmu di sekolah tercinta ini. Pada hari ini pula, tibalah hari dimana pepatah mengatakan “ setiap ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan “. Sebuah perpisahan yang harus kami tempuh untuk melanjutkan perjuangan masa depan kami.  Sedih dan haru akan menghiasi perasaan hari ini, dan mata berbinar, senyum lebar, wajah ceria akan terlihat di hari ini.
Orang tua wali siswa yang kami hormati,
“ kebahagiaan akan terasa lebih lengkap, apabila kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai. Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita, yaitu orang tua. Orang tua yang telah merawat kita dengan kelembutan dan kasih sayang, orang tua pulalah yang telah membesarkan hingga kita menjadi seperti sekarang ini. Ingat ! Setiap keberhasilan dan perjuangan yang telah kita capai hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan, dan bimbingan dari orang tua. Apa yang telah kita berikan hari ini, tidak akan cukup membalas apa yang telah orang tua kita berikan kepada kita. “
Ibu dan Bapak guru yang kami cintai,
Secara fisik, kehadiran Engkau hanya terhitung 1080 hari. Tetapi, bekasnya akan menjadi 1080 tahun, bahkan lebih dan selamanya. Ya ! cerita , pengetahuan , inspirasi, semangat, dan pencerahan kalian selalu hadir secara permanen dalam impian masa depan kami.
            Walau sebentar lagi kami akan menjadi mantan muridmu, takkan ada istilah Engkau akan menjadi mantan guru kami. Engkaukan selalu membekas di hati kami. Terimakasih atas pemberianmu selama ini kepada kami. Pemberian ilmu pengetahuan yang tak pernah engkau hitung sedikitpun, karena kami tau – Engkau sesosok orang yang ikhlas.  Dan dari pemberian Engkau itulah, kami semua bisa menikmati kemajuan yang diperoleh dari sekolah tercinta ini. Terimakasih atas waktu, tenaga, dan pikiran yang telah engkau korbankan untuk mendidik kami bu... pak.... Dan kami yakin, setiap apa yang telah Engkau berikan kepada kami, akan meninggalkan sebuah bekas yang di sebut sebagai “ pahala “ yang tak terhitung sampai kapanpun.       
Izinkan kami tuk mengingat Engkau, ketika di kelas, kami melihat sesosok orang yang ikhlas menjelaskan sebuah pelajaran untuk kami. Pelajaran yang semula tak kami pahami. Tetapi, lambat laun dengan keikhlasanmu, kami dapat mencerna, mengerti, dan memahami pelajaran yang Engkau berikan kepada kami. Terimakasih ibu dan bapak atas kehadiran Engkau selama ini. Engkau telah membangunkan kami , Engkaulah yang telah membuka persfektif luas kepada kami, Engkau pulalah yang menjadi inspirator untuk pendidikan kami. Kami banyak belajar dari Engkau wahai guru kami tercinta. Setiap keberhasilan kami selama ini, selalu ada jejak Engkau di dalamnya. Jejak yang tak akan hilang sampai kapanpun. Terimakasih bu.. terimakasih pa..
Teman-teman yang berbahagia,
Seperti dalam lagu sheila on 7,
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan sebuah kotak sejuta mimpi, lalu aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan, semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat bahwa kita ini yang terhebat
memang Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Tak pernah kita pikirkan                       
Ujung perjalanan ini                                                          
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini


Sebentar lagi kita akan menemui sebuah masa dimana kita harus berjuang dengan jalan sendiri-sendiri. Jalan kita boleh berbeda, asal misi kita selalu sama. Ya ! misi kita untuk masa depan yang lebih cerah. Ingat, sebuah perjuangan tak mengenal zona nyaman, kawan. Karena di dalam sebuah perjuangan, disitulah kita menaruh seutuhnya diri kita sendiri. Perjuangan memang tidak menjanjikan sebuah kepastian kesuksesan, tapi seingatku tak ada kesuksesan yang diraih tanpa sebuah perjuangan.
Terimakasih telah memberi warna dalam hidup ini, kawan. Tentunya warna yang takkan pernah pudar sampai kapanpun. Laksana sebuah batu yang diukir, bukan tumpukan pasir yang yang mudah terkikis oleh angin. Terimakasih sahabat, terimakasih teman, sungguh kalian telah menjadi bagian dari hidup ini. Ingat ! usaha tak pernah bohong dan Tuhan Maha Adil. Dan untuk adik-adikku, kalian boleh berbahagia dimasa ini, karena kamipun dulu seperti kalian. tapi harus diingat ! cicil belajar kalian untuk ujian nanti. Ibarat kalian ditanya bagaimana memakan seekor gajah, tentunya harus memakan sepotong demisepotong, bukan secara sekaligus. Dan untuk adik-adik yang fresh akan akademik, buat sekolah ini terus berbangga. Bawa sekolah ini terus berbicara di kancah nasional. Karena kalian ikut andil dalam menentukan kualitas sekolah kita yang tercinta ini.
Hadirin yang berbahagia,
Cukuplah kiranya kesan dan pesan yang kami sampaikan. Semoga hari ini menjadi barokah untuk kita semua. Amiiin ya Rob. Terimakasih atas perhatiannya.
Selamat berjuang calon mahasiswa, calon polisi, dan calon pengusaha. kita ibarat sebuah kacang yang tak akan pernah lupa akan kulitnya. Akhir kata, Wasssa lamuailaikum Wr.Wb.


dan ini foto-foto perpisahan :
 Membacakan pidato mewakili siswa yang meninggalkan....

Foto bersama Frau Ika ....

 Foto bersama mama.....

Foto bersama sahabat...

 Foto bersama bestie...

 Foto bersama Fathur...

  

 bersama teman satu kelas...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar