Tepat
pada tanggal 17 Mei 2014, perpisahan kelas XII SMA Negeri 1 Amuntai
dilaksanakan. Aku yang sebenarnya di Banjarbaru sedang mengikuti kursus untuk
SBMPTN rela datang jauh untuk acara ini. Ya so pasti ! bisa bertemu teman-teman
kembali. Terlebih ada satu panggilan untukku untuk membacakan pidato perwakilan
seluruh siswa kelas XII atau perwakilan siswa yang akan meninggalkan. Aku tak
langsung mengiyakan ajakan itu. Kenapa ? karena banyak yang lebih pantas
dariku. Bukan berkecil hati atau rendah diri, Terkadang kita dihadapkan dengan
realita hidup yang benar-benar hidup, dihidup kita. Kubalas ajakan itu via sms
dengan kalimat “ tunggu aku masih memikirkan “. Akupun mendiamkan sejenak
sambil melakukan kegiatan seperti biasanya. Setelah salat magrib, membaca buku
adalah rutinitasku yang tak pernah tertinggal. Kubaca buku lalu kutemukan
sebuah kalimat “ jika kau mengizinkan peluang hadir dihidupmu, maka kau akan
tau potensi dirimu yang amat besar”. Akupun terdiam. Mengerutkan dahi seraya
mencerna tulisan itu. Aku pahami dan akhirnya aku mengerti makna dibalik
kalimat tersebut. Lalu kubalas ajakan itu dengan bunyi sms “ aku ambil “. Tak beberapa
lama ku buat sebuah pidato selama tiga hari versi Indonesia karena bahasa
inggri dibacakan oleh temanku, Rina Mussanadah. Oh iya satu hal lagi,
sebenarnya di perpisahan ini ada hal yang bertentangan dengan prinsipku di awal
kelas XII. SEDERHANA. Iya! Awal-awal di kelas XII aku sudah berencana ketika
perpisahan nanti untuk hanya tampil sederhana layaknya teman-teman. Tapi karena
tuntutan membaca pidato, aku diharuskan tampil memakai jas. Jadi, alasanku
memakai jas di acara perpisahan, bukan untuk gaya-gayaan apalagi pencitraan,
melainkan tuntutan.
Ini dia teks yang sudah jadi :
Assalamualaikum Wr. Wb
“ Alhamdulillahhirabbil’alamin,
assalatuwassalamu’ala asyrafil ambiya iwal mursalin. Sayyidina muhammadin
wa’ala alihi wa’ashahbihi azmain, ama ba’du “.
Yang terhormat kepala SMA Negeri 1
Amuntai,
Yang terhormat para wakil kepala SMA
Negeri 1 Amuntai
Yang terhormat seluruh dewan guru dan
staf tata usaha SMA Negeri 1 Amuntai,
Yang terhormat orang tua wali siswa
kelas XII SMA Negeri 1 Amuntai,
Yang terhormat seluruh warga SMA
Negeri 1 Amuntai,
Dan teman-teman yang berbahagia
Puji
syukur kehadirat Allah Swt. Yang telah melimpahkan rahmad, taufik, dan
hidayahNya sehiggga kita dapat berkumpul diacara perpisahan kelas XII ini. Tak
lupa salawat dan salam selalu tercurah kepada khariban kita, nabi besar
Muhammad saw. Yang telah membawa dunia ini dari alam kegelapan menjadi alam
yang terang benderang akan ilmu pengetahuan.
Hadirin yang berbahagia,
Hari ini, kami mewakili
seluruh kelas XII ingin menyampaikan kesan dan pesan selama kami menuntut ilmu
di sekolah tercinta ini. Pada hari ini pula, tibalah hari dimana pepatah
mengatakan “ setiap ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan “. Sebuah
perpisahan yang harus kami tempuh untuk melanjutkan perjuangan masa depan kami. Sedih dan haru akan menghiasi perasaan hari
ini, dan mata berbinar, senyum lebar, wajah ceria akan terlihat di hari ini.
Orang tua wali siswa yang kami
hormati,
“ kebahagiaan akan terasa
lebih lengkap, apabila kita dikelilingi oleh orang-orang yang kita cintai.
Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi
ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita,
yaitu orang tua. Orang tua yang telah merawat kita dengan kelembutan dan kasih
sayang, orang tua pulalah yang telah membesarkan hingga kita menjadi seperti
sekarang ini. Ingat ! Setiap keberhasilan dan perjuangan yang telah kita capai
hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan, dan bimbingan dari
orang tua. Apa yang telah kita berikan hari ini, tidak akan cukup membalas apa
yang telah orang tua kita berikan kepada kita. “
Ibu dan Bapak guru yang kami cintai,
Secara fisik, kehadiran
Engkau hanya terhitung 1080 hari. Tetapi, bekasnya akan menjadi 1080 tahun,
bahkan lebih dan selamanya. Ya ! cerita , pengetahuan , inspirasi, semangat,
dan pencerahan kalian selalu hadir secara permanen dalam impian masa depan
kami.
Walau
sebentar lagi kami akan menjadi mantan muridmu, takkan ada istilah Engkau akan
menjadi mantan guru kami. Engkaukan selalu membekas di hati kami. Terimakasih atas
pemberianmu selama ini kepada kami. Pemberian ilmu pengetahuan yang tak pernah
engkau hitung sedikitpun, karena kami tau – Engkau sesosok orang yang
ikhlas. Dan dari pemberian Engkau itulah,
kami semua bisa menikmati kemajuan yang diperoleh dari sekolah tercinta ini.
Terimakasih atas waktu, tenaga, dan pikiran yang telah engkau korbankan untuk
mendidik kami bu... pak.... Dan kami yakin, setiap apa yang telah Engkau
berikan kepada kami, akan meninggalkan sebuah bekas yang di sebut sebagai “
pahala “ yang tak terhitung sampai kapanpun.
Izinkan kami tuk
mengingat Engkau, ketika di kelas, kami melihat sesosok orang yang ikhlas menjelaskan
sebuah pelajaran untuk kami. Pelajaran yang semula tak kami pahami. Tetapi, lambat
laun dengan keikhlasanmu, kami dapat mencerna, mengerti, dan memahami pelajaran
yang Engkau berikan kepada kami. Terimakasih ibu dan bapak atas kehadiran
Engkau selama ini. Engkau telah membangunkan kami , Engkaulah yang telah
membuka persfektif luas kepada kami, Engkau pulalah yang menjadi inspirator
untuk pendidikan kami. Kami banyak belajar dari Engkau wahai guru kami
tercinta. Setiap keberhasilan kami selama ini, selalu ada jejak Engkau di
dalamnya. Jejak yang tak akan hilang sampai kapanpun. Terimakasih bu..
terimakasih pa..
Teman-teman yang berbahagia,
Seperti dalam lagu sheila on 7,
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan sebuah kotak sejuta mimpi, lalu aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan, semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat bahwa kita ini yang terhebat
memang Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Di hari kita saling berbagi
Dengan sebuah kotak sejuta mimpi, lalu aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan, semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat bahwa kita ini yang terhebat
memang Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi
Tak pernah kita
pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
Sebentar lagi kita akan
menemui sebuah masa dimana kita harus berjuang dengan jalan sendiri-sendiri. Jalan
kita boleh berbeda, asal misi kita selalu sama. Ya ! misi kita untuk masa depan
yang lebih cerah. Ingat, sebuah perjuangan tak mengenal zona nyaman, kawan.
Karena di dalam sebuah perjuangan, disitulah kita menaruh seutuhnya diri kita
sendiri. Perjuangan memang tidak menjanjikan sebuah kepastian kesuksesan, tapi seingatku
tak ada kesuksesan yang diraih tanpa sebuah perjuangan.
Terimakasih telah memberi
warna dalam hidup ini, kawan. Tentunya warna yang takkan pernah pudar sampai
kapanpun. Laksana sebuah batu yang diukir, bukan tumpukan pasir yang yang mudah
terkikis oleh angin. Terimakasih sahabat, terimakasih teman, sungguh kalian
telah menjadi bagian dari hidup ini. Ingat ! usaha tak pernah bohong dan Tuhan
Maha Adil. Dan untuk adik-adikku, kalian boleh berbahagia dimasa ini, karena
kamipun dulu seperti kalian. tapi harus diingat ! cicil belajar kalian untuk
ujian nanti. Ibarat kalian ditanya bagaimana memakan seekor gajah, tentunya
harus memakan sepotong demisepotong, bukan secara sekaligus. Dan untuk adik-adik
yang fresh akan akademik, buat sekolah ini terus berbangga. Bawa sekolah ini terus
berbicara di kancah nasional. Karena kalian ikut andil dalam menentukan
kualitas sekolah kita yang tercinta ini.
Hadirin yang berbahagia,
Cukuplah kiranya kesan
dan pesan yang kami sampaikan. Semoga hari ini menjadi barokah untuk kita
semua. Amiiin ya Rob. Terimakasih atas perhatiannya.
Selamat berjuang calon mahasiswa,
calon polisi, dan calon pengusaha. kita ibarat sebuah kacang yang tak akan
pernah lupa akan kulitnya. Akhir kata, Wasssa lamuailaikum Wr.Wb.
dan ini foto-foto perpisahan :
Membacakan pidato mewakili siswa yang meninggalkan....
Foto bersama Frau Ika ....
Foto bersama sahabat...
Foto bersama bestie...
Foto bersama Fathur...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar