Rabu, 26 Maret 2014

“ Pemimpi + x- x + n = pemimpin “



          Saat ini aku berusia tujuh belas tahun. Pastinya masih seorang pelajar di sebuah Sekolah Menengah Atas. Dan tahun ini aku akan menyambut pesta tiga tahunanku, Ujian Nasional. Ya! Masa tiga tahun sekolahku ditentukan oleh tiga hari. Dan aku sudah siap! tibalah ketika aku bermain Twitter dalam akun @anggade_es, aku melihat ada sebuah blogging competition yang diselenggarakan oleh Universitas Siswa Bangsa Internasional atau biasa disapa USBI. Lantas aku baca cara ikut dan syarat ketentuannya. Kompetisi kali ini bertema “ We Are The Future Leaders “. Aku sangat bersemangat ketika membaca tema tersebut. Kubaca kalimat demi kalimat, sambil mengartikan arti dari setiap petunjuknya. Dan akhirnya kuputuskan untuk mengikuti blogging Competition ini.
            Kenapa kuberi judul pemimpi + x –x + n = pemimpin ? karena setiap orang memiliki faktor x untuk memimpin. Faktor  + x disini bukan datang dengan sendirinya atau karunia Tuhan. Melainkan sebuah usaha yang selalu dijaga sampai akhirnya menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang berubah menjadi karakter. Karakter yang membawanya menjelajahi mimpi-mimpinya untuk menjadi seorang pemimpin. Aku sebut faktor x disini adalah pengalaman. Lantas kenapa ada – x. Kenapa harus ada - x yang membuat + x hilang ? gini guys. Kita analogikan seorang pemimpin dengan pengalamannya dan sebuah pensil dengan serutannya. pemimpin memang akan sangat bagus jika diasah dengan pengalamannya. Begitu juga dengan pensil. Pensil yang tumpul akan lancip kembali setelah di serut. Namun jika pensil tersebut di raut terlalu banyak, maka akan habis. Begitu juga pemimpin dengan pengalaman yang “ salah “ akan membuatnya lebih tajam lagi. Tetapi jika pemimpin tersebut terlalu banyak melakukan kesalahan yang bahkan untuk kedua kalinya, dia juga akan habis seperti pensil tadi. Jadi, kita juga harus memiliki rem dalam memimpin. jika kita bisa belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang sejati, why not ? toh seorang pemimpin terlahir dari seorang pemimpi juga kan ? that’s reason i saypemimpi + x – x + n = pemimpin
            Berbicara tentang pemimpin masa depan, aku berpendapat bahwa kita semua adalah bintang. Bintang untuk diri kita sendiri dan orang lain. Hal ini tentunya bukan tanpa sebab. Dimasa muda yang EMAS, kita bahkan mampu untuk mengubah dunia. Bukan mengubah dunia yang semula bundar menjadi persegi. Tetapi, mengubah dunia yang semula cemberut menjadi tersenyum kepada kita. Dunia berterimakasih kepada kita yang telah mengubahnya menjadi baik. Walaupun umurku masih tujuh belas tahun, aku sangat menyukai yang namanya “ leadership World “. Di sekolah aku aktif dalam berbagai organisasi. Ya! Untuk apalagi jika bukan untuk mengasah kepemimpinan di dalam diriku. Bagiku, masa muda adalah masa dimana pembuktian  jati diri dan karakter kita ke depan. Aku percaya, seseorang dikatakan matang jika masa mudanya aktif, kerja keras, dan selalu mencari relasi .kematangannyalah yang membentuk kepribadiannya. Flashback, Teringat dalam sebuah upacara bendera di sekolahku. Inspektur upacara kala itu adalah seorang dandim ( komandan distrik militer ). Dia berbicara mengenai bekal yang harus dimiliki seorang pemimpin dimasa depan. Dia berbicara menggunakan dua bahasa. He said “  my mom said to me, if you want to be a leader in the future. you must learning about two things. the first, mastery of a foreign language ! and the second, how to operate the computer! and i prove it, guys ! my mom that's true. dengan kedua hal tersebut, saya bisa menginjakkan kaki di benua Asia, Amerika, Eropa dan Afrika. TANPA mengeluarkan uang sepeserpun! “. Akupun memberinya tepuk tangan yang sangat keras sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda “ akan aku buktikan! “. Aku banyak belajar dari beliau tentang bekal menjadi seorang pemimpin. Beliau juga menjadi mentorku dalam English Club. Mengenai apa yang dibicarakan beliau pada upacara kemarin, aku pikir di zaman sekarang yang serba bersaing dan individualistis, tak cukup rasanya akan dua hal tersebut untuk menjadi seorang pemimpin. Kita perlu bahasa asing, komputer, dan seni. Ya, seni bagiku sangat penting untuk dunia sekarang.
            Aku berpendapat, semua orang pasti memiliki mimpi. Tapi hanya sedikit yang MAMPU menjaga dan mengusahakannya. “ mimpi jika selalu dijaga dan diusahakan, pasti akan terwujud! “. Begitu juga dengan seorang pemimpin, dia harus berani memiliki mimpi BESAR dan menjaganya. Seorang pemimpin masa depan tak boleh berambisi untuk menghalalkan segala cara dalam  memenuhi nafsunya. Terkadang ketika kita telah menjadi seorang pemimpin, kita akan menglami sebuah comfort zone yang di sebut dengan gila kehormatan. Aku pikir itu bukanlah seorang pemimpin sejati. Pemimpin yang menyodorkan uang untuk cara pintas mobilitas vertikal dan mempesona saat ditulis di berita, itu sama sekali tidak mendekati kriteriaku sebagai pemimpin sejati. Itu hanyalah segelintir orang yang memiliki pemikiran tua! Negeri kita tercinta ini butuh pemimpin yang memiliki pikiran dan tindakan muda. Pemimpin yang bisa menguasai komputer, bahasa asing, dan seni. Maka dari sana terciptalah sebuah integritas, karakter, dan komitmen yang selalu diusahakan.  Tapi jika kulihat sekarang banyak pemimpin formal yang masih gagap teknologi, minim bahasa asing. Untuk sampai kapan ini akan terus berlangsung ?
            Bagiku sangat unik jika membahas tentang dunia kepemimpinan. Takkan pernah ada habis-habisnya. Ibarat sebuah ilmu yang selalu berkembang dan terus berkembang dari masa ke masa. Terniat sebuah janji kepada Tuhan untuk mengejar mimpi-mimpiku menjadi seorang pemimpin di masa depan. Akan selalu kujaga mimpi ini sampai tiba waktunya. Jadi aku pikir, menjadi seorang pemimpin harus sudah memiliki bekal. Penglaman, bahasa asing, teknologi, dan seni. Walaupun bagiku itu bukan Cuma usaha, tapi ada tangan Tuhan yang ikut andil di dalam ketercapaian seorang pemimpin. Jika kita ibaratkan itu merupakan setengah karunia Tuhan dan setengah usaha yang saling mendukung. Ditambah niat dan tekad bulat. Hilangkan ambisi, maka kata hati akan menemui. Ya! Itulah pemimpin masa depan.
             

Jumat, 21 Maret 2014

Iming-Iming Tak Jelas

           Ini bermula dari pendaftaran SNMPTNku. ketika itu aku sudah lama mendaftar. suatu hari aku pergi ke rumah temanku untuk mengerjakan tugas kelompok kami berdua. pas aku ke rumah dia, dia sedang bertatapan dengan sebuah layar komputer di rumahnya dan di temani oleh ayahnya. oh ku kira ada apa, ternyata dia sedang mendaftar SNMPTN. akupun melihat layar komputernya juga, dia memilih program studi ilmu komunikasi di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur. aku, dia, dan ayahnya berdiskusi mengenai sistematika SNMPTN. alhamdulillah ayahnya cepat mengerti mengenai SNMPTN. terus ayahnya bertanya bagaimana dengan nilaimu nak ? tanya ayahnya ke temanku. “nilaiku hanya stagnan yah. tak menurun dan tak menaik. 82,83,83,83, dan 83. jawab temanku “. padahal aku tau nilai tersebut memiliki pesaing yang banyak. tapi aku memilih diam. ayahnya menggeram. kenapa sekolahmu dengan akreditasi A hanya memberikan nilai segitu ? padahal kau selalu masuk tiga besar di sekolah! jika seperti ini, susahlah sekolahmu itu mempunyai alumni di perguruan tinggi favorit seantero Indonesia. ya wajar nilainya segitu. coba disandingkan dengan sekolah lain, nilai mereka tinggi semua. apa tidak terpikir oleh kepala sekolahmu itu ? ayahnya menjawab.” seharusnya beliau memberikan nilai yang bisa bersaing untuk mendapatkan perguruan tinggi favorit. kamu mampu, masuk tiga besar lagi. kalo ginikan jadi repot. “aku hanya mendiamkan saja ucapan ayah temanku itu. hanya diam sesekali menganggukkan kepala tanda menjadi pendengar yang baik. aku rasa ayah temanku ini hendak menyuruh sekolah untuk meninggikan nilai seperti sekolah-sekolah yang lain agar murid-muridnya dapat di terima di jalur SNMPTN. okelah aku diamkan, temankupun selesai mendaftar SNMPTN dan kami mulai mengerjakan tugas kelompok berdua kami.
        Beberapa hari kemudian. di sekolah, guruku banyak bercerita tentang hiruk-pikuk UN. hampir satu jam pelajaran beliau bercerita kepada kami tentang UN. kata beliau 90% provinsi melakukan kecurangan dalam UN. dan sisanyapun ada, cuma dalam jumlah yang sedikit. aku lupa dimana beliau dapat info tersebut. aku dengarkan sajalah beliau bercerita. di sela-sela ceritanya itu, beliau bilang. sekolah yang melakukan kecurangan “susah mendapatkan bantuan dari pemerintah”. aku mulai mengerutkan dahi. jelas! contoh. maaf saja, sekolah yang yang bangunannya hampir roboh, ketika pengumuman UN nilai rata-rata siswanya 8 sampai 9. sungguh tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. dimana serba keterbatasan  sekolah tersebut tak mampu untuk membuktikan itu. prestasipun tak ada yang terdengar dari sekolah tersbut, dan tiba-tiba memiliki nilai UN tertinggi ? jelas ini tanda tanya. dalam cerita beliau, beliau bertanya kepada sekolah tersebut yang mendaptkan nilai 8 sampai 9. ternyata bukan siswanya yang pandai. melainkan gurunya. ketika UN guruah yang sibuk membagikan kunci jawaban dan mengerjakan soal UN. IRONIS ! memang Indonesia. hal ini bukan tanpa sebab kata guruku. mereka melakukan itu supaya anak muridnya lulus semua. bagiku itu proses yang salah. disamping itu, mereka tergiur akan iming-iming kabupaten dan provinsi yang menyatakan bahwa ” siapa yang dapat nilai UN tertinggi akan mendapatkan uang sebesar bla bla bla rupiah “. siapa yang menolak itu ? aku menganggung-angguk kepala seraya mengerti permasalahan yang ada.
tapi kata guruku.
           sekolah tersebut kan susah mendapat bantuan dari pemerintah berupa sarana dan prasarana. jelas! nilai UN sudah tinggi kok, masa minta bantuan lagi ! kurang apa coba !. sekolah yang di kota besar saja mendapat nilai UN 6,7, dan 8 saja yang berhak mendapatkan bantuan tersbut. jadi sekolah yang nilai UN rendahlah yang akan diberikan bantuan. lantas, sekolah di kota besar memiliki fasilitas yang lengkap. aku pun tersenyum. bahwa pemerintah masih pintar! jika ketika itu ada ayah temanku, akan aku sampaikan itulah mengapa di sekolah kami nilai asli sangat diperjuangkan. 

Selasa, 18 Maret 2014

Masa Muda

Ya! siapa yang pernah dengar masa muda adalah masanya berkarya. jika ia muda, maka ia akan berkarya. tapi jika ia muda dan tidak berkarya, aku anggap dia tua ! bukan tua usia, melainkan tua pemikiran. itu yang kusebut  sebagai orang yang memiliki pemikiran-pemikiran muda. masa muda juga aku pikir adalah masa transisi. ya! transisi antara play stage dengan generalized other. antara mengetahui norma dan nilai yang sudah ada dengan mengambil peran di masyarakat. aku pikir juga masa muda adalah masa emas! dari masa muda kitalah kita dapat bercermin untuk masa tua kita. masa muda kita bagus, aktif, pintar mencari relasi, sudah tentu ada gambaran untuk masa tua kita. lah kalo masa muda kita ele-elean, malas-malasan, sudah tentu pula ada gambaran masa tua kita bakal kaya apa. ingat kawan, usaha nggak pernah bohong. sekali lagi, usaha nggak pernah bohong. terus lagi aku pikir masa muda adalah masa yang berapi-api! maksudnya bukan api sungguhan. melainkan semangat di dalam diri manusia anak muda ini. terkadang masa muda ingin sekali mengetahui hal-hal yang sepenuhnya belum diketahui semua olehnya. jika dengar kabar sesuatu, dia langsung ngetwit, bikin stutus fb, ganti pm di bbm, dan lain-lain. padahal dia belum sepenuhnya mengetahui apa yang ia tulis. caci maki pemerintahlah, buta politik lah, korupsilah. padahal sepenuhnya ia belum tau apa maksud dari itu semua. ya! aku pikir mereka hanya ingin mengungkapkan pandangan mereka saja tentang hal itu. karena aku juga pernah sepert itu. menggelora-gelora, fanatisme, mencaci-maki, dan sekarang jika aku flashback, akupun tertawa jika melihat status-statusku dulu seperti itu. menyampaikan tanpa sepenuhnya tau semua arti dari apa yang aku sampaikan. kadang juga masa muda adalah masanya untuk mencari jati diri. disinilah aku pikir who do you think you are. you are what you write. jika ingin mengetahui lebih dalam diri kamu, tinggal flashback saja apa yang kalian kerjakan hari ini. itulah kalian!  membahas menjadi jati diri juga unik. ketika aku di semseter akhir ini. aku sering duduk di kursi panjang sekolah sambil sesekali melihat adik kelas. maaf bukan cewek! apalagi adik kelas yang baru kelas X. mereka kalo pas jam istirahat masih bergerombol. satu kelaslah kalo ke kantin itu. nggak kayak anak kelas XII udah masing-masing punya jalannya sendiri-sendiri. adapula anak kelas X yang kerjaannya bawa gitar tiap hari karena melihat temannya, ikut-ikutan ngeband lah, futsal mululah. hahaha aku juga pernah melakukannya guys! masa dimana teman kalianlah yang mendominasi perilaku kalian. itulah masa muda dari pandanganku. setuju ?

Sabtu, 15 Maret 2014

Malaikatkah itu ?




                Minggu kemarin aku bermain futsal dengan teman-teman. Futsal adalah rutinitas mingguanku. Biasanya dalam seminggu sekali aku bermain futsal. Ya! Untuk berolahraga dan menjaga kesehatanku. Aku bermain sekitar satu jam. Biasanya perorang harus membayar uang sepuluh ribu rupiah. Harga yang murah untuk kesehatan yang mahal. Ya! Sekedar hang out dengan teman-teman menghilangkan stres di pikiranku. Tak jarang dalam bermain futsal canda tawa mengiringi kami semua. Kadang ada kejadian lucu yang tak terduga, sampai cidera yang membuat kawan-kawan takut akan itu semua. Semuanya di bungkus dalam sebuah persahabatan yang murni. Tanpa beban, paksaan, dan ancaman. Kala itu, hari sudah mulai sore. Sekitar jam setengah enam ketika aku melihat diponselku. Aku memutuskan untuk pulang bersama teman yang aku bonceng di otorku. Di jalan, temanku mmengajak singgah di kios untuk membeli minuman dingin. Aku iyakan saja ajakan temanku ini. Sesampainya disana kamipun turun dari motor. Dia beli minuman dingin dan aku duduk di kursi sebelah kios tersebut. Aku Cuma duduk dan tidak membeli apa-apa. Toh dari rumah sudah aku sediakan minuman air putih di dalam tas olahragaku. Tak perlu repot untuk membeli minuman lagi pikirku. Hehehe Seperti nongkrong layaknya anak muda di tempatku, akupun menikmati sore bersama teman di sebelahku. Tak jarang keringat aku sapu dari wajah ini.
                Dua puluh meter dari tempat dudukku, aku melihat seorang tukang sampah. Hal ini sangat asing bagiku. Karena biasanya tukang sampah bekerja pada pagi hari, ini kenapa sore hari ? muncul tanda tanya dalam pikirku. Semakin ia berjalan membawa gerobaknya semakin dia dekat dengan jarakku. Aku mulai berpikir kembali, ini tukang sampah kok lain dari yang lain. Dia memakai pakaian yang bersih dan rapi, tak lusuh seperti kebanyakan tukang sampah yang lainnya. Dia juga lihai dalam mengambil sampah walaupun kulitnya sudah mulai termakan usia. Jari jemarinya menyapu jalanan yang sesekali mengambil sampah yang tak bisa di kikis oleh sapu lidinya. Akhirnya tibalah dia diseberang jalan kami. Dia berhenti tepat di seberang jalan. Dia menuju ke arah kami. Toh mungkin saja dia membeli sebungkus rokok untuk dinikmatinya. Ternyata tidak! Dia membeli minuman sama dengan temanku dan duduk di dekat kami. Akupun sedikit menggeser dudukku. Aku bicara-bicara kecil dengan temanku. Sesekali melihat ponselku jika saja ada pemberitahuan yang masuk. Tak beberapa lama, si tukang sampah ini mengawali pembicaraan. Dan hebatnya memakai bahasa Indonesia, bukan Amuntai!
Pria                        : “Assalamualaikum dik. Habis berolahraga ya ? “ tanya pria itu.
Aku dan teman : “waalaikumsalam. Iya pak, habis main futsal . “ sambil menyapu keringat di dahi
Pria                        : “ Oh iya bagus dik. Bapak juga dulu seperti adik ini. Masa muda bapak selalu diisi dengan hal yang positif. “
Aku mulai mengangguk-anggukkan kepala. Begitu juga dengan teman disebelahku.
Pria                        : “adik berdua ini sekolah dimana ? “ tanyanya dengan santai dan bijak. Diselingi dengan nada suara yang nyaman di dengar.
Aku                        : “kami sekolah di SMAN 1 Amuntai pak. Dekat kok dari sini. “
Temanku mulai asyik dengan smartphonenya.
Pria                        : Oooh SMAN 1 toh. Sekolah yang bagus itu dik.
Aku senyum.
Pria                        : “bapak bisa melihat masa depan kalian ini dik. “
Pria ini mulai membuatku tertarik. Begitu juga dengan teman disebelahku yang langsung menatap muka pria ini.
Temanku             : “ bagaimana bisa pak ? “
Pria                        : “ begini. Adik ini jika bapak liat susah untuk mendapatkan masa depan yang cerah jika terus seperti ini. “
Aku langsung mengerutkan dahiku.
Temanku             : “kenapa pak ? “
Pria                        : “ iya. Adik sebelum tidur selalu baca doa tidak ? “
Temanku             : “selalu pak. “
Aku mulai memusatkan perhatian kepada pria ini. Dia belum membuka minumannya sama sekali
Pria                        : “ya. Bagaimana setelah bangun ? masih baca doa ?“ tanyanya tajam.
Temanku dan aku menggeleng-gelengkan kepala.
Pria                        : “ Nah itulah manusia. Mereka hanya ingin enaknys saja. Ketika meminta, memohon tak pernah lupa. Tetapi setelah enak, mereka semua lupa. Tidur enakkan dik ? “
Aku dan temanku mengangguk-anggukkan kepala. Aku mulai mencerna apa yang dikatakan pria ini. Ada betulnya juga. Secara tak sadar aku hanya meminta yang enaknya saja kepada Tuhan. Dan setelah enak, aku lupa. Masya Allah~
Pria                        : “nah jadi mulai sekarang berdoalah dik sebelum tidur dan sesudah tidur. insyaAllah kalian akan mendapat jalan yang mudah untuk masa depan yang cerah. “
Aku dan temanku memberikan senyum kecil kepada pria ini. Dan temanku setelah habis meminum minumannya langsung melempar kaleng minumannya ke tong sampah. Hupp! Dan tak tepat sasaran. Langsung diambilnya kaleng itu dan di masukkannya ke dalam tong sampah. Ternyata pria ini berucap kembali sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Pria                        : masya Allah manusia sekarang ini. Sangat tidak mencintai alam. Lihat dik di sekitar kalian. Banyak sekali sampah dimana-mana. Beginikah manusia ?
                                Aku dan temanku hanya tediam mendengar kaliamat demi kalimat yang terdengar dari pria ini. Setelah terdiam agak lumayan lama, diapun pamit pulang. Begitu pula dengan kami.  Tak lupa salam terucap dari masing-masing mulut kami.
                                Kamipun melanjutkan perjalanan kami menuju rumah masing-masing. Kami terdiam dalam pikiran masing-masing. Mencerna kata demi kata, kalimat demi kalimat, dan arti demi arti apa yang terucap dari mulut pria ini. Sebuah filosofi hidup yang tak aku sadari muncul begitu saja dari sesosok tukang sampah. Akupun mulai ragu bahwa itu manusia. Ya! Feelingku terhadapnya bukan tanpa sebab apa-apa. Kulihat pakainnya yang rapi. Bekerja di sore hari ? bukan dipagi hari membuatku menjadi bingung. Dan seorang tukang sampah memilih membeli minum di kios padahal ia bisa membawa dari rumah. Atau dia sengaja membeli minuman untuk bisa berbicara dengan kami ? aku terdiam dalam pikiranku. Tuhankah yang mengirim pria itu untuk menyadarkan masa muda kami ? Akupun tak tahu, karena itu rahasia Tuhan untuk umatNya. Dan untuk pria itu, aku lebih suka dengan menyebutnya sebagai orang yang terlupakkan. Ya aku tak tahu siapa nama beliau itu ! yang kutahu hanya pekerjaannya. Mungkin dimata orang lain, beliau adalah orang yang terlupakkan jika dilihat dari pekerjaannya. Tanpa disadari, dialah yang membuat lingkungan ini menjadi bersih. Dan manusia tak peduli akan kesembarangannya membuang sampah.  Ya itulah manusia! Sekali disapu, akan bermunculan kembali sampah-sampah yang telah disapu !tapi aku bukan penilai yang baik. Hanya Tuhan yang layak menilai beliau. Pantaskah pekerjaan itu untuk beliau. Dan aku belajar satu hal lagi dari beliau. Kekayaan materi bukanlah yang kekal, tetapi kekayaanhati itulah yang akan kekal. Aku pikir jika beliau ingin menjadi lebih dari itu, bisa saja bahkan sangat bisa. Tapi beliau ingin memilih pekerjaan itu. Aku tak tahu beliau dihadapan Tuhan. Hina atau muliakah. Aku sungguh tak tahu. Hanya beliau yang mampu menjawab. Seberapa ikhlas untuk dunia ini~

Kamis, 13 Maret 2014

"Aku masuk koran"

Alhamdulillah OSIS SMAN 1 Amuntai masuk koran dalam bidang prestasi. semoga bisa selalu ditingkatkan lagi agar sekolah kita bisa berbicara di tingkat Nasional. Maju Maju Maju !!!!!!!!

"Great Mom"


           

I love so much my mom. She is everything for me. No body else can change her in my life and my heart. If i may say, she is a “ SUPER MOM “. She is a house wife. Every day, she is always wake up in the early morning. For what ? yes, of course like the other mom. To boil the water, cook the food, and i really like omellete of her. It’s so tasty and delicious. Nyam nyam nyam nyammm..... 
 
            About my mom, she has height  about 160 cm. Certainly, my height has passed from her. Now she was 45 years old. But, she looks much younger than her age. Because what ? okay i will tell you about why i say my mom look much younger than her age. “ One day, my mom hang out with my fimale cousin. On the street, they meet friends of my fimale cousin. And what they say to my mom and my fimale cousin? They say “ is that your sister ? “ hahahaha. My mom and my fimale cousin just laughed and laughed after hear it. So, that’s why i say my mom look much younger than her age. Beside that, she is often gym with her friends in the afternoon, and the last she is very love with fruits and herbs. And she is always make me drink herbals. But i really don’t like. Ggggrrrrrrr.......

Okay, my mom like a financial minister at home. Why i said so ? Mmmmmmmmm... because she is always control of all financial. She is very responsible about the money. Included about my  monthly money. If my monthly money is gone, i can’t shopping anymore. This is so sad for me. Hiks Hiks Hiks.....


Okay, i thing that’s enought about my mom.
I love so much my mom.
 

" Alangkah Lucunya Sekolah Ini"



           Aku mau cerita sedikit dimasa  putih abu-abu yang walaupun sekarang masih putih abu-abu sih..hehehee
ya, ketika itu lagi ulangan harian. Aku udah mempersiapkannya kemarin. jadi pas ulangan, aku santai-santai aja tuh..
            singkat cerita, ulangan harianpun dimulai. Aku ngeluarin 2 lembar kertas ditengah-tengah buku. #jujur dari dulu kalo ulangan, aku nggak pernah pake kertas sendiri, selalu punya temen.. hahahaha udah jadi tradisi kali yak. kalo ada temen yang ngasih alhamdulillah kalo nggak ada yaaaa colong-colong kertas temen yang nggak ngliat.  pasang deh muka nggak bersalah. hahaha. dijamin ampuh tips dari aku. Tapi temen sekelas aku udah tau kok siapa yang ngambil kalo kertasnya ilang. hahahaha orang aku udah dicap sebagai "tukang ambil kertas ".hahahaa ada-ada saja cerita putih abu-abu ini.
next, aku ngrjain soal-soalnya kaaaann. Eeeeiittss, nggak aku sebut dong mata kuliah apa, ups sory, maksudnya mata pelajaran apa..
sekitar 20 menit sebelum tanda waktu ulangan  habis, aku udah selesai dan santai ngeliatin temen-temen yang lagi pada serius jawab soal. nggak serius sih sebenarnya. banyak kemaksiatan yang aku lihat. hehehehe.. ada yang tengok kiri dan ada juga yang tengok kanan. tibalah terdengar suara isyarat dari seberang sana. dan TARAAA !! itu panggilan untuk aku. Sebagai teman yang baik, aku pura-pura nggak denger. hahahaha canda, ya dengerlah. sebut aja namanya Aju yang panggil aku. terus dia bilang dengan suara kecilnya.

"sstt, nomor 6 dong " bilang ke aku.
terus aku liat kaaan soal nomor 6 gimana, ooh ternyata pakai cara toh jawabannya kata aku dalam hati.
" Tunggu ! " kata aku ke Aju dengan sura kecil.

         Akupun langsung nulisin jawaban yang ada di kertas punya aku. nggak lengkap-lengkap banget sih. hehehehe tapi aku selama ulangan nggak pernah tuh yang namanya nyalahin jawaban temen. SUMPAH ! lalu aku tuliskan cara tersebut di secarik kertas yang kecil. aku puntel-puntel jadi kecil. terus aku lempar deh kertas tersebut dengan gaya pemain basket. sampailah di kolong meja Aju. akupun pasang muka datar -_-. baru sadar aku bukan pemain basket, kalo aku jadi pemain basket, udah sampai tepat di tangan Aju tuh. hehehe
Ajupun dengan sangat hati-hati ngorek-ngorek kertas tersebut dengan kaki, usahanyapun berhasil. dan sekarang dia sukses, punya banyak perusahaan, dan bahagia LOH ???!! hehehe. dia mulai membuka sedikit demi sedikit kertas kecil tersebut karena kalo nggak hati-hati bisa sobek. dibarengi dengan konsentrasinya mata ke guru yang sedang mengawasi gerak-gerik siswa yang lainnya.
Lantas aku ngapain dong ? terpikirkanlah aku membikin secarik kertas lagi dan aku nulis sesuatu didalamnya. terus aku bilang ke Aju dengan bahasa isyarat bahwa kertas tersebut caranya salah. yang bener yang ini. ( sambil siap-siap lempar kertas yang satunya ) Ajupun langsung membuang kertas tadi tadi ke kolong meja dan bersiap menangkap kertas yang kedua dari aku.
( aku lempar )
ssssstttt ( tepat di tangan Aju ) 3 poin untuk aku walaupun bukan pemain basket hehehehe....
            setelah itu Ajupun membuka kertas yang abis dilempar tadi, sedangkan aku sambil nahan tawa gimana reaksi Aju setelah membaca kertas kecil dari aku. dan TARAAA !!! tulisannya adalah " pengin pintar, makanya belajar " Hahahahaaa. akupun langsung telengkup sambil tertawa melihat Aju ngorek-ngorek kembali kolong meja tempat ia membuang kertas pertama yang berisi jawaban tadi. wkwkwkwkwkw hahahaha....
terus aku ceritain keseluruh teman sekelas, dan mereka tertawa parah. HAHAHAHAHA!!!

Dear U.S.A Ambassador



Amuntai, Januar 27th 2014
                   Dear U.S.A Ambassador
            . Let me introduce my self. My name is Angga Dwi Syahputra. I was born on May 7th 1996. And now, I studied at SMAN 1 Amuntai, XII Social Program 1. My hobby is mostly the same like the other children. But usually at night I spend my time with reading books about travelling, biography, motivation, and scholarship. Especially the scholarship from your country. And about the travelling book, I feel my life is like a traveler. And I promise one day, if I already grown up and have a lot of money, I will visiting your country. I really amazed with everything in your country. Especially the movie. Since I was a kid until now, so many movies that I’ve been watched. One of my favorite movie right now is “White House Down”. It is really a great movie. If you already watched it, I believe you would like it.  
            Everyone know that your country is a very strong country. Everything can be found in U.S.A. And that’s why I send this letter.  The United States has economic interests, commercial, and security in Indonesia. The relationship between Indonesia and the United States are positive and continued to rise since the election of President Yudhoyono in October 2004. United States played an important role in the independence of Indonesia in the late 1940s. Cooperative relationship still exists until now. United States and Indonesia have the same goal in maintaining peace, security, and stability of the region and engage in a dialogue on regional security threats. I don’t know what will happen if Indonesia didnt cooperate with America. There may be no America’s company in here , the scholarship to the United States, and even there are no Indonesian people who can lives in America, and vice versa.
Although I’ve never been to America, but many people will be agree that U.S.A is a destination country for the student around the word for continue for their education. Every students are competing to study in your country. Obviously with getting the scholarship. Which is the same as what I want. My biggest target is I can get to school there by getting the scholarship. I don’t know when I can visit your country. Maybe someday I can visit America in my holiday or study. My biggest hope is to go study abroad by getting the scholarship from U.S.A.
            I hope you can answer this letter. Maybe I can get some information about how to get scholarship in your country. Or you can send me a book about the beauty of your country. And it is just out of my curiousity, which places that I have to visit if I go to your country? I hope I can have a miniature of something that is famous from your country, like a miniature of Liberty. Thank you so much for taking the time to read a letter from me. If someday I can get the scholarship from your country, I would say “You Can Take Me Out From Indonesia but You Can't Take Indonesia Out From Me". Thanks Sir !
                                                                                                                                   Sincerely yours,

                                                                                                                               Angga Dwi Syahputra