Tuhan mengingatkanku~
Ketika itu sabtu malam, aku berniat untuk membeli sebungkus nasi goreng. Toh kenapa
Cuma sebungkus ? ya, orang tuaku lagi di luar kota. Itu kulakukan setelah salat
magrib. Diperjalanan aku diberhentikan oleh sebuah tiang yang berwarna merah.
Aku berhenti sejenak melihat pengendara lainnya berlalu lalang diseberang sana.
Eeeeiittss disebelah ternyata ada dua orang cewek yang kelihatannya mau malam
mingguan. Terlihat dari pakaian yang dipakainya. Eeeeittss suara mereka nyaring
sekali sampai masuk kedalam telingaku yang telah tertutup oleh helm. Dijalan
raya ngomong kencang-kencang! Geramku dalam hati. Setelah kupikir-pikir tak
apalah mereka jalan-jalan dimalam hari. Toh mereka cewek yang nantinya akan
dinafkahi oleh pasangannya. Lah aku ? jika aku jadi laki-laki yang keluar malam
untuk merayakan malam minggu ? apakah pantas ? sangat tidak pantas pikirku !
karena aku nanti diwajibkan untuk menafkahi. Lagi-lagi Tuhan mengingatkanku
akan keberhasilanku.
Lampu di tiang itupun berubah menjadi hijau tanda aku diperbolehkan
melaju.
Sebuah pengharapan sang
pengorbanan kecil~
Senang rasanya
menyelesaikan urusan ini. Sabtu siang dan sore kukorbankan untuk les di rumah
guruku. Begitupun malam mingguku, yang biasanya kuhabiskan untuk menonton
keleksi filmku, malah kuhabiskan untuk menjawab soal UAS matematika yang
diberikan kepadaku. Malam minggu kukorbankan! Hal ini bukan tanpa sebab
kulakukan. Seiring mengejar ketertinggalanku akan hal ini. Paginya, aku lari
pagi bersama teman-teman seraya menghilangkan jenuh sesaat. Kusambung pagi
sampai siang ku kerjakan tugas lagi. Dan akhirnya selesai. Banyak teman-teman
kulihat di status sosial media mereka capek atau mengeluh. Karena kedua hal itu
sangat dekat. Tetapi dalam prinsipku, aku tak mengenal kata “ mengeluh “.
Sebagian dari mereka hanya memikirkan, bukan untuk dikerjakan. Jelas hal itu
akan membuat sebuah beban pikiran bertambah. Semoga ini akan menjadi sebuah
pelajaran bagiku untuk mencintai sebuah proses kehidupan yang berorientasi pada
masa depan. Semoga hal ini akan menjadikan motivasi untukku agar selalu
konsisten dijalanku. Ini hanya merupakan pengorbanan kecil dengan penuh harap
pengorbanan sedang sampai pengorbanan besar akan aku lakukan juga. Keep smile
great boy!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar