Selasa, 11 Maret 2014

"Tuhan Mengingatkanku dan Sebuah Pengharapan Sang Pengorbanan Kecil"



Tuhan mengingatkanku~
Ketika itu sabtu malam, aku berniat untuk  membeli sebungkus nasi goreng. Toh kenapa Cuma sebungkus ? ya, orang tuaku lagi di luar kota. Itu kulakukan setelah salat magrib. Diperjalanan aku diberhentikan oleh sebuah tiang yang berwarna merah. Aku berhenti sejenak melihat pengendara lainnya berlalu lalang diseberang sana. Eeeeiittss disebelah ternyata ada dua orang cewek yang kelihatannya mau malam mingguan. Terlihat dari pakaian yang dipakainya. Eeeeittss suara mereka nyaring sekali sampai masuk kedalam telingaku yang telah tertutup oleh helm. Dijalan raya ngomong kencang-kencang! Geramku dalam hati. Setelah kupikir-pikir tak apalah mereka jalan-jalan dimalam hari. Toh mereka cewek yang nantinya akan dinafkahi oleh pasangannya. Lah aku ? jika aku jadi laki-laki yang keluar malam untuk merayakan malam minggu ? apakah pantas ? sangat tidak pantas pikirku ! karena aku nanti diwajibkan untuk menafkahi. Lagi-lagi Tuhan mengingatkanku akan keberhasilanku.
Lampu di tiang itupun berubah menjadi hijau tanda aku diperbolehkan melaju.


Sebuah pengharapan sang pengorbanan kecil~
Senang rasanya menyelesaikan urusan ini. Sabtu siang dan sore kukorbankan untuk les di rumah guruku. Begitupun malam mingguku, yang biasanya kuhabiskan untuk menonton keleksi filmku, malah kuhabiskan untuk menjawab soal UAS matematika yang diberikan kepadaku. Malam minggu kukorbankan! Hal ini bukan tanpa sebab kulakukan. Seiring mengejar ketertinggalanku akan hal ini. Paginya, aku lari pagi bersama teman-teman seraya menghilangkan jenuh sesaat. Kusambung pagi sampai siang ku kerjakan tugas lagi. Dan akhirnya selesai. Banyak teman-teman kulihat di status sosial media mereka capek atau mengeluh. Karena kedua hal itu sangat dekat. Tetapi dalam prinsipku, aku tak mengenal kata “ mengeluh “. Sebagian dari mereka hanya memikirkan, bukan untuk dikerjakan. Jelas hal itu akan membuat sebuah beban pikiran bertambah. Semoga ini akan menjadi sebuah pelajaran bagiku untuk mencintai sebuah proses kehidupan yang berorientasi pada masa depan. Semoga hal ini akan menjadikan motivasi untukku agar selalu konsisten dijalanku. Ini hanya merupakan pengorbanan kecil dengan penuh harap pengorbanan sedang sampai pengorbanan besar akan aku lakukan juga. Keep smile great boy!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar